Sejak dulu Indonesia memiliki latar belakang yang beraneka ragam, mulai dari agama, suku, adat istiadat. Dan untuk mempersatukan semua itu maka para pahlawan-pahlawan kita telah menyatukan keanekaragaman tersebut dalam satu persatuan yaitu Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Keaneka ragaman tersebut bukanlah suatu alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia melainkan sebagai sumber kekayaan bangsa Indonesia yang mampu menyatukan bangsa dan merupakan ciri khas bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.28 oktober 1928 adalah hari dimana semua elemen bangsa terutama para pemuda mengutarakan suaranya bahwa negara ini harus menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dapat melawan penjajah asing. Mereka bersatu dari ujung timur Indonesia sampai ke ujung barat Indonesia. Mereka bersumpah, sumpah suci yang diucapkan demi kebangkitan bangsa yang kala itu sedang terpuruk dalam keegoisan masing-masing daerah. Hanya ada satu tujuan yang ingin diraih, melihat bangsa ini menjadi utuh dan mampu melawan penjajah sehingga bangsa ini mempunyai masa depan yang cerah untuk anak cucu mereka.
81 tahun sudah berlalu dari hari bersejarah itu. Anak cucu yang mereka perjuangkan dulu adalah kita sekarang. Apakah kita sudah memenuhi permintaan para pahlawan itu sampai detik ini? Hanya untuk menjaga kelestarian beragam budaya yang menjadi ciri khas bangsa. Bukan sebagai pemisah, tetapi justru sebagai pemersatu bangsa. Silakan tanya pada diri kita masing-masing apa yang telah kita lakukan untuk itu. Apakah kita telah bangga dengan budaya kita, ataukah kita justru lebih tenggelam dengan budaya asing yang lambat laun akan membunuh budaya bangsa sendiri?
Rasanya bukan hal yang aneh lagi ketika ada warga indonesia, dan yang paling disayangkan adalah para pemuda sangat bangga dengan produk dan budaya luar negeri, meskipun mereka mulai mengabaikan bahkan malu dengan budaya bangsa sendiri. Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya bangga punya budaya yang sangat bagus dan unik, tapi hal yang kita alami sekarang justru sebaliknya. Maka jangan heran jika ada beberapa pihak asing yang mengakui budaya kita sebagai budaya mereka. Itu bukan salah mereka. Sebenarnya kita juga sakah karena kurang memperhatikan budaya itu. Sehingga bangsa lain yang pandai membaca situasi akan mencari celah untuk emmanfaatkan hal itu.
Sebagai contoh, sudah berapa banyak budaya asli Indonesia yang kurang mendpat perhatian serius dari kita sendiri telah di akui oleh bangsa asing (Malaysia)sebagai budaya mereka. Kita baru menyaadari pentingnya budaya ini ketika sudah ada kasus seperti ini. Lalu kenapa tidak sejak dulu saja dilakukan usaha preventif untuk mematenkan bahwa budaya itu adalah milik kita? Kemana kesadaran kita? Apa kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing? Marilah kita semua mencoba untuk memahami betapa pentingnya kesatuan dan keberagaman ini demi kemajuan bangsa yang sudah semakin terpuruk ini.
Mau menunggu berapa lama lagi kita akan sadar bahwa kesatuan bangsa itu sangat penting ? apakah harus menunggu 100 tahun sumpah pemuda? Saya rasa tidak,, marilah mulai sekarang kita sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan demi menjaga martabat bangsa Indonesia tercinta. Jangan biarkan sumpah suci yang dilakukan oleh pahlawan kita (pemuda) hanya menjadi sebuah ucapan sampah sebagai penghias sejarah bangsa yang sebenarnya sangat bobrok ini. Mari kita menghargai perjuangan para pahlawan itu dengan tindakan nyata demi menjadi kan bangsa ini bangsa yang besar, karena bangsa yang ebsar adalah bangsa yang mamapu menghargai jasa para pahlawannya.
Jadikan SUMPAH PEMUDA menjadi serangkaian kata-kata penuh makna, jangan sampai hanya menjadi sebuah TEORI belaka.
VIVAT PEMUDA...!!!
VIVAT INDONESIA...!!!
Indonesia. Keaneka ragaman tersebut bukanlah suatu alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia melainkan sebagai sumber kekayaan bangsa Indonesia yang mampu menyatukan bangsa dan merupakan ciri khas bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.28 oktober 1928 adalah hari dimana semua elemen bangsa terutama para pemuda mengutarakan suaranya bahwa negara ini harus menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dapat melawan penjajah asing. Mereka bersatu dari ujung timur Indonesia sampai ke ujung barat Indonesia. Mereka bersumpah, sumpah suci yang diucapkan demi kebangkitan bangsa yang kala itu sedang terpuruk dalam keegoisan masing-masing daerah. Hanya ada satu tujuan yang ingin diraih, melihat bangsa ini menjadi utuh dan mampu melawan penjajah sehingga bangsa ini mempunyai masa depan yang cerah untuk anak cucu mereka. 81 tahun sudah berlalu dari hari bersejarah itu. Anak cucu yang mereka perjuangkan dulu adalah kita sekarang. Apakah kita sudah memenuhi permintaan para pahlawan itu sampai detik ini? Hanya untuk menjaga kelestarian beragam budaya yang menjadi ciri khas bangsa. Bukan sebagai pemisah, tetapi justru sebagai pemersatu bangsa. Silakan tanya pada diri kita masing-masing apa yang telah kita lakukan untuk itu. Apakah kita telah bangga dengan budaya kita, ataukah kita justru lebih tenggelam dengan budaya asing yang lambat laun akan membunuh budaya bangsa sendiri?
Rasanya bukan hal yang aneh lagi ketika ada warga indonesia, dan yang paling disayangkan adalah para pemuda sangat bangga dengan produk dan budaya luar negeri, meskipun mereka mulai mengabaikan bahkan malu dengan budaya bangsa sendiri. Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya bangga punya budaya yang sangat bagus dan unik, tapi hal yang kita alami sekarang justru sebaliknya. Maka jangan heran jika ada beberapa pihak asing yang mengakui budaya kita sebagai budaya mereka. Itu bukan salah mereka. Sebenarnya kita juga sakah karena kurang memperhatikan budaya itu. Sehingga bangsa lain yang pandai membaca situasi akan mencari celah untuk emmanfaatkan hal itu.
Sebagai contoh, sudah berapa banyak budaya asli Indonesia yang kurang mendpat perhatian serius dari kita sendiri telah di akui oleh bangsa asing (Malaysia)sebagai budaya mereka. Kita baru menyaadari pentingnya budaya ini ketika sudah ada kasus seperti ini. Lalu kenapa tidak sejak dulu saja dilakukan usaha preventif untuk mematenkan bahwa budaya itu adalah milik kita? Kemana kesadaran kita? Apa kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing? Marilah kita semua mencoba untuk memahami betapa pentingnya kesatuan dan keberagaman ini demi kemajuan bangsa yang sudah semakin terpuruk ini.
Mau menunggu berapa lama lagi kita akan sadar bahwa kesatuan bangsa itu sangat penting ? apakah harus menunggu 100 tahun sumpah pemuda? Saya rasa tidak,, marilah mulai sekarang kita sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan demi menjaga martabat bangsa Indonesia tercinta. Jangan biarkan sumpah suci yang dilakukan oleh pahlawan kita (pemuda) hanya menjadi sebuah ucapan sampah sebagai penghias sejarah bangsa yang sebenarnya sangat bobrok ini. Mari kita menghargai perjuangan para pahlawan itu dengan tindakan nyata demi menjadi kan bangsa ini bangsa yang besar, karena bangsa yang ebsar adalah bangsa yang mamapu menghargai jasa para pahlawannya.
Jadikan SUMPAH PEMUDA menjadi serangkaian kata-kata penuh makna, jangan sampai hanya menjadi sebuah TEORI belaka.
VIVAT PEMUDA...!!!
VIVAT INDONESIA...!!!
0 comments:
Poskan Komentar