Assalamu'alaikum wr wb...
pengen share aja tentang tanggapanku mengenai global warming yang sekarang ini lagi HOT karena emank global warming itu bikin hidup kita jadi lebih HOT..!! HOT HOT HOT...
Global Warming (pemanasan global) sepertinya sudah menjadi rahasia umum yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan sehari-hari. Kita selalu mengeluh karena suhu udara yang sangat tinggi dan mungkin tidak kondusif untuk melakukan berbagai kegiatan. Misal untuk pertanian, banyak petani yang harus rela membuang peluang panen mereka hanya karena kondisi cuaca yang tidak kondusif. Terutama kurangnya pasokan air untuk irigasi. Panas yang disebabkan oleh global warming ini bukanlah panas yang baik bagi tubuh kita. Banyak kandungan zat berbahaya yang tidak tersaring lapisan ozon mampu menembus atmosfer bumi secara langsung, seperti sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan penyakit kangker kulit.
Jika diulas lebih jauh lagi, permasalah global warming ini memang karena ulah dari manusia sendiri. Mereka yang tidak memiliki rasa tanggung jawab dan keinginan untuk menjaga bumi ini telah mengakibatkan kondisi seperti ini. Banyak penebangan hutan secara liar dimana-mana yang notabene sebagai paru-paru dunia. Sebuah ungkapan yang sungguh indah untuk penyeimbang kondisi udara di bumi ini. Tidak hanya itu, industry yang sudah tidak lagi peduli dengan lingkungan juga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan global warming . asap-asap sisa industry ayng tidak memenuhi standard mutu seringkali bebas beterbangan di udara. Hal inilah ayng menyebabkan bumi ini menjadi panas dan udarapun juga tercemar. Belum lagi sumbangan polusi dari kendaraan bermotor. Huft,, semakin lengkap saja kehancuran bumi kita ini.Berawal dari keinginan untuk mengatasi permasalahan yang sudah menjadi tanggung jawab bersama ini, beberapa Negara maju dan berkembang berkumpul untuk mendiskusikan solusi terbaik dari permasalahan ini. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan diadakannya perdagangan karbon. Perdagangan karbon ini adalah perdagangan yang menjual emisi gas CO2 yagn dilepaskan ke udara. Kesepakatannya adalah pihak yang menyumbang polusi lebih banyak harus membayar sejumlah kompensasi kepada Negara yang mempunyai peran menjadi paru-paru dunia. Kompensasi ini dibayarkan sesuai dengan jumlah emisi yang dikeluarkan dengan harga tertentu perton.
Indonesia salah satu Negara yang berfungsi sebagai paru-paru dunia. Hal ini terlepas dari banyaknya hutan Indonesia yang mengalami pembalakan liar dan ilegalloging. Kalo kita coba berpikir secara lebih sempit lagi, khususnya difokuskan ke sebuah daerah, khususnya daerah peternakan dan pertanian maka akan didapatkan fakta bahwa daerah tersebut juga sebagai penyumbang pertumbuhan global warming. Hal ini terlihat dari banyaknya kotoran ternak yang mengeluarkan gas methan secara bebas. Gas ini cukup mendominasi setelah gas CO2 diurutan pertama.
Biogas adalah sebuah solusi untuk permasalahan ini. Dengan pemanfaatan teknologi biogas, maka emisi gas methan yang ada di udara mampu direduksi. Jika semua daerah bergabung menjadi satu dan mempunyai manajemen ayng baik, maka bukan tidak mungkin daerah ini akan menjadi reduktor terbesar untuk penyumbang global warming. Dengan ini maka cepat atau lambat, sertifikasi akan segera dating. Sebuah pernyataan bahwa daerah ini mampu mengurangi pertimbuhan global warming, hasilnya selain gas yang digunakan berguna untuk membantu memasak di dapur maka aka nada kompensasi dari Negara terkait permasalahan global yang dihadapi bersama. Inilah nanti yang akan menjadi cara untuk meningkatkan kondisi perekonomian bangsa.
5 comments:
trims infonya sob... ^^ jujur ane blm pernah nyobain kue keranjang... -_-'
gimana rasanya y??
wah..
apahubungannya artikel ini dengan kue keranjang??
hehehe...
bisa2 aja ente Bos...
akhirnya ada yang commnet ya her
msekipun salah sambung, heee
etetp semnagat aja
kalo bisa birokrasi(settting) comment dimudahkan aja, biar yang mau ngommnet nggak males
Udah ndak usah di bingungin Global Warming.
Ntar orang madura marah-marah lho(jadi Ingat Jauzi).
Disana kan banyak petani garam nya.
Jadi lebih bersyukur jika panas setiap tahun.
Tapi kalau tiap tahun panas gimana ya???waduh
@ ali : hahaha,,, seng penting ada perkembangan signifikan lah..
bukan begitu Bro??
@ mas adit : oke2,, ini kan hanya pendapat..
solusi buat orang2 yang punya peternakan banyak..
aku juga gak mau klo mas jausi marah2 cuman gara2 ini...
hehehe..
nek panas terus tiap tahun,, madiun bakal kering kerontang dunks??
Poskan Komentar