Rabu, 10 Februari 2010

Komunikasi Efektif

Materi ini disampaikan oleh bapak Fahmi Arief. Pertemuan ini diawali dengan pertanyaan mengapa kita perlu berkomunikasi? Jelas, kita butuh komunikasi karena kita hidup selalu berinterkasi dengan orang lain. Interaksi ini hanya dapat tercipta dengan baik jika menggunakan komunikasi yang baik. Sebelum memulai komuniaksi kita harus tahu apa yang ingin kita komunikasikan terlebih dulu. Kemudian berusaha untuk mengetahui apa yang diinginkan lawan bicara dan berusaha untuk memenuhinya. Permasalahan yang timbul adalah kita tidak mudah untuk memenuhi keinginan orang lain itu. Dan cara yang tepat yaitu dengan menggunakan komunikasi yang efektif.
Dalam melakukan komunikasi ada beberapa hambatan yang sering dialami oleh seseorang, diantaranya: grogi, minder, malu. Masing-masing perasaan itu menyebabkan kita tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Grogi dapat meyebabkan kita berbicara tidak efektif karena biasanya sering terucap kata yang berbelit. Alat penunjang yang paling baik dalam menambah kesan komunikasi yang efektif adalah pandangan mata. Pandangan mata yang dilakukan orang lain terhadap lawan bicaranya mengesankan arti yang berbeda-beda.
Selain itu pembinaan hubungan baik dengan lawan bicara juga sangat perlu. Salah satu caranya adalah dengan peniruan atau modeling. Menirukan sedikit gerakan lawan bicara membuat keadaan akan menjadi lebih nyaman. Dalm peniruan ini, intinya kita dapat memposisikan diri kita sebagai orang itu sendiri. Dengan begitu orang akan menjadi lebih betah dengan suasana yang kita ciptakan. Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui karakteristik lawan bicara. Karakteristik seseorang itu dibagi menjadi 3, yaitu: visual, auditori, dan kinestesi. Pembagian ini didasarkan kepada indra tubuh. Orang visual senderung menggunakan penglihatan sebagai elemen utamanya. Sedangkan orang auditori cenderung menggunakan indra pendengaran sebagai elemen utamanya. Orang kinestesi cenderung menggunakan indra gerakan.

0 comments: