كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنَ اْلَأعْمَالِ بِمَا يُطِيْقُوْنَ قَالُوْا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ اْلغَضَبُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُوْلُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللهِ أَنَا
( صحيح البخاري )
" Bahwa Rasulullah Saw jika memerintahkan mereka ( para sahabat dan ummat beliau Saw ) maka beliau memerintahkan perbuatan-perbuatan menurut kemampuan mereka, maka para sahabat berkata: " Kami bukan seperti keadaanmu wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang ( mestinya kami lebih banyak ibadah darimu ), maka murkalah Rasul Saw hingga terlihat jelas di wajah beliau Saw, seraya bersabda: " Sungguh yang paling bertakwa diantara kalian dan yang paling berilmu diantara kalian adalah aku".
( Shahih Al Bukhari )
Maksudnya adalah seseorang atau ummat yang telah dipilihkan oleh sang nabi suatu ibadah maka jangan berusaha untuk mencari pendapat yang lebih lagi, sebagaimana dijelaskan oleh sayyidina Jabir bin Abdillah Ra bahwa Rasulullah Saw ingin mempermudah ummatnya, maka jangan mencari yang sulit-sulit , Rasul tidak menyukai kesulitan pada ummatnya.
Rasulullah Saw jika dipilihkan antara dua hal maka beliau akan memilih sesuatu yang lebih ringan untuk diperbuat oleh ummatnya. Rasulullah Saw bersabda:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمْرُتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
"Kalau seandainya tidak akan menyusahkan umatku akan aku perintah mereka untuk bersiwak disetiap akan shalat “.
Subhanallah, padahal shalat memakai siwak pahalanya 70 kali lebih besar, sebagaimana sabada Rasulullah Saw:
رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ
"Dua rakaat shalat dengan bersiwak itu terlebih baik daripada tujuh puluh rakaat tanpa bersiwak"
Rasul ingin ummatnya sampai ke derajat itu, hingga shalatnya dilipatkan 70 kali lebih besar . Tetapi beliau tidak mau memaksakan ummatnya, akhirnya ummatnya repot kesana kemari mencari siwak, jika siwak diwajibkan dalam setiap shalat, dan tiba-tiba ketika akan melaksanakan shalat dan lupa dimana siwaknya maka ia akan mencarinya hingga ketemu, orang lain sudah takbiratul ihram dan hampir selesai shalat, ia pun masih sibuk mencari siwak yang akhirnya harus pergi untuk membeli siwak, Rasul Saw tidak ingin hal ini terjadi pada ummatnya, yang memiliki siwak pergunakanlah dan yang tidak memilikinya sungguh tidak ada kewajibannya, alangkah indahnya sayyidina Muhammad Saw.
tausiyah: Habib Munzir Al Musawa
www.majelisrasulullah.org
0 comments:
Poskan Komentar